Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Ibu Sri mulyani mengapa engkau meninggalkan aku??

Kamis, 06 Mei 2010
SRI Mulyani Indrawati--akrab disapa Mbak Ani--menjadi magnet diskusi publik lagi. Setelah tiada henti menjadi perdebatan karena perannya dalam bailout Bank Century yang dituduh sarat skandal, kini Mbak Ani yang juga sarat pujian dunia itu ramai dibicarakan lagi.

Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani menjadi managing director. Dengan jabatan tersebut Sri Mulyani akan menjadi orang nomor dua di bank berpengaruh yang berkedudukan di Washington, Amerika Serikat, itu.

Di manakah letak bobot persoalan Sri Mulyani? Dia sedikit dari wanita di dunia yang menjadi menteri keuangan dan menikmati berbagai penghargaan bergengsi. Tetapi di dalam negeri, karena kasus Century, Sri Mulyani tersiksa karena proses politik dan hukum yang sedang dijalaninya.

Artinya, Sri Mulyani sekarang ini adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia yang masih terikat oleh hukum Indonesia. Tidak saja sebagai warga negara, tetapi juga sebagai pejabat negara.

Terlebih lagi Sri Mulyani sedang terikat oleh sebuah penyelidikan hukum yang belum selesai. Permasalahan yang muncul kemudian adalah pada pertanyaan apakah setelah menjadi pejabat Bank Dunia yang berkantor di Washington semua urusan yang berkaitan dengan Sri Mulyani dalam hubungan dengan kasus Century tidak terganggu?

Dimensi lain adalah pada hak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Sri Mulyani untuk menolak atau menerima. Ternyata, Sri Mulyani lebih memilih menjadi managing director Bank Dunia ketimbang mempertahankan posisinya sebagai menteri keuangan. Dan, ternyata juga, Presiden Yudhoyono menyetujui dengan senang hati dan bangga.

Ketika Presiden dan Sri Mulyani tidak bisa menolak tawaran Bank Dunia, muncul pertanyaan apakah sesuatu yang datang dari Bank Dunia mutlak sifatnya? Juga apakah Bank Dunia bebas memilih siapa saja dari belahan dunia mana saja untuk menduduki jabatan di bank itu tanpa terikat pada tata aturan negara bersangkutan?

Ketika Sri Mulyani menerima tawaran jabatan dari Bank Dunia dan karena itu mengundurkan diri sebagai menteri, terjadilah reshuffle. Inilah sebuah dimensi politik bagi SBY yang tidak kalah ringan. Jabatan menteri keuangan adalah posisi yang amat strategis karena itu tidak bisa diisi oleh sembarang orang atau sembarang kepentingan.

Terlepas dari kerumitan dan komplikasi yang muncul karena kepergian Sri Mulyani, kita perlu mengapresiasi kehebatan anak bangsa yang bernama Sri Mulyani itu. Dia memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memperoleh kepercayaan dunia. Tetapi sayangnya di dalam negeri dia tersiksa oleh sebuah proses hukum yang tak kunjung selesai.

Para pengagum Sri Mulyani mengatakan Mbak Ani akan berperan lebih besar bagi Indonesia ketika duduk sebagai pejabat penting di Bank Dunia. Tetapi, kalau negeri ini menganggap Sri Mulyani penting dan vital, mengapa kita membiarkan dia pergi. Mengapa SBY tidak mempertahankan dia sebagai menteri keuangan?

Kalau Sri Mulyani boleh menjawab jujur, apakah pertimbangan utamanya sehingga lebih memilih menjadi managing director Bank Dunia ketimbang mengabdi bagi bangsa dan negara melalui Kementerian Keuangan?
Ref : media Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

 

jumlah pengunjung

kalender hijriah

Page Rank

PageRank

Wibiya

Pengikut

Powered By Blogger

FB like

Komunitas Blogger Bekasi

Komunitas Blogger Bekasi