Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com

Jumat, 09 Maret 2012

Accounting scandals

Jumat, 09 Maret 2012
0 komentar
            The year 2001 witnessed a series of financial information frauds involving Enron Corporation, auditing firm Arthur Andersen, the telecommunications company WorldComQwest and Sunbeam, among other well-known corporations. These problems highlighted the need to review the effectiveness of accounting standards, auditing regulations and corporate governance principles. In some cases, management manipulated the figures shown in financial reports to indicate a better economic performance. In others, tax and regulatory incentives encouraged over-leveraging of companies and decisions to bear extraordinary and unjustified risk.[35]
The Enron scandal deeply influenced the development of new regulations to improve the reliability of financial reporting, and increased public awareness about the importance of having accounting standards that show the financial reality of companies and the objectivity and independence of auditing firms.[35]
In addition to being the largest bankruptcy reorganization in American history, the Enron scandal undoubtedly is the biggest audit failure.[36]The scandal caused the dissolution of Arthur Andersen, which at the time was one of the five largest accounting firms in the world. It involved a financial scandal of Enron Corporation and their auditors Arthur Andersen, which was revealed in late 2001. After a series of revelations involving irregular accounting procedures conducted throughout the 1990s, Enron filed for Chapter 11 bankruptcy protection in December 2001.[37]
One consequence of these events was the passage of Sarbanes–Oxley Act in 2002, as a result of the first admissions of fraudulent behavior made by Enron. The act significantly raises criminal penalties for securities fraud, for destroying, altering or fabricating records in federal investigations or any scheme or attempt to defraud shareholders.[38] Another example of corporate fraud was the case of Australian telecommunications company One-tel. The financial manager, Jodee Rich was subsequently charged with fraud and spent several years in jail after fraudulently stating the companies financial position, to encourage investment by some of Australia's richest people including James Packer and Lachlan Murdoch.[39] When it collapsed in 2001, One-tel lost its shareholders in excess of 920 million dollars.



read more

Senin, 30 Agustus 2010

Pasukan Anti Malingsia

Senin, 30 Agustus 2010
0 komentar
Salam Kebangsaan Untuk Seluruh Pemuda-Pemudi Republik Indonesia dimanapun berada, baik yang sedang berada diantara Sabang Sampai Merauke atau yang sedang berada diManca Negara. Salam Persaudaraan, Jangan kita biarkan negara manapun untuk mengusik aset kebudayaan kita, karena bagaimanapun itu adalah milik negara kita yang harus kita pertahankan. Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman.... Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Kita


Malingsia Tidak Beretika
Sampaikan ke semua tenaga kerja Indonesia terutama yang bekerja di MALINGSIA agar :
1. Tidak memberikan resep makanan Asli Indonesia ke Orang orang MALINGSIA.
2.Jangan menyumbangkan tarian atau apapun yang berbau budaya asli Indonesia pada orang MALINGSIA.
3. Jangan bermain musik Tradisional Indonesia Pada Orang MALINGSIA.
Kita semua telah tau bahwa Negara satu itu adalah NEGARA TAK BERETIKA, NEGARA PLAGIAT MURNI Negara tanpa kreativitas, tak mau dan tak mampu menciptakan karya, Jadi mulai saat ini sebaiknya kita berhati hati menyajikan sesuatu yang asli budaya Indonesia pada negara MALINGSIA dan mari sejak sekarang sebut negara itu dengan sebutan MALINGSIA bukan MALAYSIA, Berapa banyak budaya Indonesia direbut? Masih tegakah budaya kita di Maling?
Kami Bukan Ciplak Kok, Cuma Mencontek Aja !

10 Ke GOBLOKAN FORUMERS MALINGSIA

Indonesia Bersatu
Setelah diteliti lebih jauh ternyata forumers malingsia tidak pernah berfikir panjang apa yang akan mereka tulis, seperti:

1. Mereka mengatakan bahwa Indonesia tidak kreatif dan mengambil budaya malaysia,nyatanya..semua budaya dan lagu Indonesia telah nyata2 diclaim malingsia (batik mereka bilang batik malaysia padahal batik hanya ada satu yaitu dari Indonesia dan kualitasnya jauh lebih baik; Reog mereka hanya mengubah nama saja menjadi barongan padahal semua itu sama saja dengan reog; dan lain2..). Tidakkah itu tindakan yang GOBLOK!

read more

Jumat, 25 Juni 2010

Ruang Wali Kota Bekasi Digeledah KPK

Jumat, 25 Juni 2010
0 komentar


Metrotvnews.com, Bekasi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga ruangan di kompleks Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/6). Aksi tersebut dilakukan pascapenangkapan dua pejabat setempat terkait dugaan kasus suap Badan Pemeriksaan Keuangan Jawa Barat, Selasa.

Kepala Bagian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Bekasi Dedi Juanda, di Bekasi, membenarkan hal tersebut. "KPK tiba sekitar pukul 15.00 WIB di Pemkot Bekasi, dan menggeladah ruang Wali Kota, Sekretaris Daerah (Sekda), dan Asisten Daerah II," katanya.

Menurutnya, delapan anggota KPK tiba di lokasi tersebut menggunakan dua kendaraan jenis Avanza hitam dan silver. Mereka langsung meminta izin kepada bagian Satpol PP dengan menunjukkan surat perintah penggeledahan.

"Mereka (anggota KPK) langsung didampingi Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkot Bekasi Syarif Sarifudin untuk menggeledah ruangan. Kebetulan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad tidak berada di lokasi, begitu pun Sekda Kota Bekasi Tjandra Utama Efendi, karena yang bersangkutan sedang umrah," katanya.

Penggeledahan berlangsung selama tiga jam. Petugas KPK membawa staf khusus Wali Kota Bekasi Gusti berikut sekitar enam dus berisi dokumen dari masing-masing ruangan untuk dibawa ke kantor KPK.

Sebelumnya, dua pejabat eselon III Pemkot Bekasi masing-masing berinisial HS dan Z tertangkap tangan oleh KPK di Bandung saat tengah menyuap pejabat BPK Jawa Barat berinisial S. Sementara satu pejabat eselon II Pemkot Bekasi yakni HL dijemput paksa di rumahnya di Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi, Senin lalu.(Ant/BEY)

read more

Sabtu, 19 Juni 2010

Pemkot Bekasi Bongkar Patung Tiga Mojang

Sabtu, 19 Juni 2010
0 komentar


Patung  itu dinilai seronok dan sudah mengotori nilai-nilai religus kota Bekasi yang dibangun para ulama
Hidayatullah.com--Setelah didesak komponen masyarakat muslim dan dianggap meresahkan masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi akhirnya memerintahkan pembongkaran Patung ‘Tiga Mojang’ di kawasan Harapan Indah Bekasi.

Perintah pembongkaran dikeluarkan hari Jumat (18/6) melalui Surat Perintah nomor 800/1379-P2B/VI/2010. Perintah pembongkaran kepada P2B itu dilakukan setelah pihak developer Perumahan Harapan Indah, PT Hasana Damai Putra, tidak melakukan pembongkaran terhadap Patung Tiga Mojang. Padahal Pemkot Bekasi sudah mengirimkan surat perintah pembongkaran sebanyak tiga kali.

Menurut Ketua Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) Ustad Abu Al-Izz, perintah pembongkaran keluar setelah adanya perjanjian perjanjian lisan antara Walikota Bekasi Muchtar Muhammad dan Ustad Murhali Barda mewakili Ormas Islam Bekasi.

“Pembongkaran dilakukan setelah ada kesepakatan lisan, yang tidak termaktub dalam surat kesepakatan, antara walikota dan ormas Islam” katanya

“FAPB memegang komitmen Pemkot untuk membongkarnya, untuk itu kami memantau jalannya pembongkaran,” ujarnya.

Menurutnya pula, desakan untuk membongkar patung tersebut dilakukan ormas Islam karena patung tersebut mengotori nilai-nilai religius kota Bekasi. yang telah dibangun ulama setempat, seperti KH.Noer Ali, apalagi patung itu seronok.

Pembongkaran direncanakan dilakukan pada pukul 24.00 dinihari oleh pemerintah kota Bekasi. Hal itu dilakukan jika pihak developer belum mau juga membongkarnya. Di sekitar patung tersebut Pemkot Bekasi telah menyiapkan alat-alat untuk membongkar patung. [bil/hidayatullah.com]

read more

Rabu, 02 Juni 2010

Jalan Agus Salim bebas dari PKL

Rabu, 02 Juni 2010
0 komentar
BEKASI – Ada pemandangan berbeda di sepanjang jalan Agus Salim, mulai dari pertigaan pasar proyek sampai lapangan Mekar Sari, kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur. Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bisa menggelar dagangannya di atas trotoar kini sudah tidak nampak lagi, Selasa, (01/6).
Para pedagang dilarang berjualan oleh petugas kelurahan  dalam rangka penilaian Adipura. Para pedagang merasa dirugikan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Padahal rata-rata adalah pedagang makanan yang berjualan pada malam hari. Mereka mengaku sudah memasak makanan yang akan dijual.
“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, padahal kami sudah memasak dari rumah. Jelas kami rugi,” ujar Rodin salah seorang pedagang nasi goreng yang bisa mangkal di depan SMPN 3 Bekasi.
Menurut Rodin, sekitar pukul 16.00 WIB rombongan petugas dari kelurahan datang dan meminta mereka untuk segera menutup dagangannya. Beberapa pedagang yang sudah memasang tenda bahkan diminta untuk dibongkar.
Para pedagang sempat meminta perpanjangan waktu sampai malam nanti namun tetap tidak dihiraukan. Sempat terjadi ketegangan antara pedagang dan petugas, namun tidak berlangsung lama setelah petugas memberikan pengertian.
“Ya mau bagaimana lagi, inikan sudah kebijakan Pemda untuk Adipura, terpaksa kami nurut. Paling biasanya cuma dua hari. Tapi lain kali kalau mau melarang jualan harusnya ada surat pemberitahuan agar kami tidak rugi,” ujar Rodin.
Di tempat terpisah Camat Bekasi Timur, Cecep Mutasyar membatah bahwa pihaknya tidak melakukan pemberitahuan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada para pedagang jauh-jauh hari. Dia juga membantah kabar yang beredar bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk dua hari selama penilaian Adipura saja. Tapi, para pedagang akan dilarang berjualan selamanya. Sebab, kawasan Jalan Agus Salim, kata Cecep, adalah salah satu titik pantau Adipura.
“Bukan cuma pada saat penilaian Adipura saja, tapi untuk selamanya tidak boleh berdagang di sepanjang jalan Agus Salim,” kata Cecep dari balik telefonnya. [klikm.com]

read more

Rabu, 26 Mei 2010

Panja Susno panggil tim independent polri

Rabu, 26 Mei 2010
0 komentar
VIVAnews - Panitia Kerja (Panja) Penegakan Hukum DPR yang khusus menangani mafia kasus laporan Komisaris Jenderal Susno Duadji - memutuskan akan memanggil Tim Penyidik Independen Polri. Pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Oleh karena respons pertama Mabes Polri terhadap laporan Susno adalah dengan membentuk Tim Penyidik Independen untuk menindaklanjuti laporan itu, maka panja akan memanggil tim itu," jelas Ketua Panja, Fahri Hamzah, usai rapat, Gedung DPR, Jakarta, Senin 17 Mei 2010.

Hal ini diputuskan berdasarkan rapat pertama panja yang digelar hari ini. Panja Susno akan memfokuskan diri pada laporan Susno tentang kasus mafia hukum di tubuh kepolisian.

Tim Penyidik Independen Polri sendiri diketuai oleh Mathius Salempang. Fahri menyatakan, panja akan memeriksa sejauh mana Tim Penyidik Independen Polri telah bekerja untuk menindaklanjuti laporan Susno.

"Soal laporan Susno dan soal Susno secara pribadi, harus dipisahkan dan dilihat dari perspektif yang berbeda," tegas Fahri. Ia menekankan, proses hukum terhadap laporan Susno harus terus ditindaklanjuti terlepas dari berbagai pandangan politik yang ada.

"Tak bisa dihindari, bahwa secara politik Susno seperti dikorbankan," imbuh Fahri. Pemanggilan Tim Penyidik Independen Polri, menurut Fahri, masih dijadwalkan oleh panja.

Ia menegaskan, paling lambat Senin pagi pekan depan, panja akan menghadirkan Tim Independen. Setelah memanggil Tim Independen, panja juga akan memanggil Susno. (umi)
• VIVAnews

read more

Selasa, 25 Mei 2010

Pengaruh Ainun di kehidupah Habibi

Selasa, 25 Mei 2010
0 komentar
JAKARTA - Mendiang mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie merupakan sosok yang berpengaruh di keluarga. Pengaruh ini sangat terasa, terutama ketika mendampingi suaminya saat menjabat sebagai Presiden dalam masa transisi orde baru ke orde reformasi.

Hal tersebut dituturkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jimly Asshiddiqie usai prosesi pemakaman Ainun di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).

Saat kepemimpinan Habibie di masa reformasi, banyak sekali hal yang tidak mengenakkan bagi Habibie yang saat itu menjabat Presiden. Terutama ketika dia menghadiri Sidang Umum MPR untuk menyampaikan pertanggungjawabannya.

Pada saat itu, Jimly memaparkan, para anggota MPR sudah berdiri dari kursinya sambil berteriak-teriak. "Tentu saja, Pak Habibie pada saat itu harus tegar. Tapi perasaan dia sangat berkecamuk. Yang menenangkan dia, tentu Bu Ainun. Kalau tidak ada Bu Ainun tentu susah juga," ceritanya.

Saat itu, Jimly tetap mendampingi Habibie dan istri hingga pukul 01.00 WIB, untuk menunggu keputusan MPR menanggapi laporan pertanggungjawabab Presiden. "Begitu mendengar keputusan terakhir (MPR tolak LPJ Presiden), dia (Habibie) merasa terpukul. Di situ Bu Ainun, berfungsi sekali sebagai penenang. Sehingga Pak Habibie bisa menerima realita yang ada dan sebagai pemimpin dapat tabah," tuturnya.

Banyak sekali peranan Ainun dalam mendampingi, membantu, dan mendukung Habibie sukses dalam karirnya. Ainun juga memiliki kepribadian yang baik. "Lembut, tidak pernah marah, ngomongnya juga pelan halus, sehingga semua orang merasa senang saat di dekat dia," katanya.

"Beliau sangat berpengaruh dalam keluarga. Tapi beliau tak pernah mencampuri urusan-urusan yang menjadi tanggung jawab suaminya," tambahnya.(hri)
(mbs)

(okezone)

read more
 

jumlah pengunjung

kalender hijriah

Page Rank

PageRank

Wibiya

Pengikut

Powered By Blogger

FB like

Komunitas Blogger Bekasi

Komunitas Blogger Bekasi