skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
catatan fauzi
di
17.07

Penggusuran bukanlah pemandangan aneh di Kota Jakarta. Namun, penggusuran yang dilakukan Satpol PP kali ini mendapat perlawanan yang sangat besar dari warga. Pasalnya, tempat yang akan digusur adalah tempat keramat.
Ribuan warga dari berbagai kalangan menolak secara tegas rencana penggusuran tersebut. Pasalnya, lokasi yang dibongkar adalah pemakaman Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok, seorang tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia.
Tokoh Betawi Dani Anwar berpendapat, makam adalah tempat keramat bagi warga betawi. Pasalnya, selain tempat yang harus dihormati, makam juga kerap dijadikan tempat untuk aktivitas religius.
Selain itu, Dani menilai jika Pemprov DKI Jakarta seakan tidak mengedepankan dialog dengan beberapa pihak terkait seperti DPRD khususnya masyarakat. “Tindakan yang diambil justru bukanlah contoh yang baik,” tandasnya.
Penilaian senada juga disampaikan Koordinator Program The Wahid Institute, Rumadi. Menurutnya, rencana pembongkaran makam Mbak Priok menandakan jika Pemprov DKI tak memiliki kepekaan cultural. Dimana, lokasi yang akan digusur adalah tempat keramat.
0 komentar:
Posting Komentar